Mark Up Harga Beras Impor Picu Kenaikan Harga Pangan, Aparat Penegak Hukum Diminta Bertindak Cepat

- Pewarta

Senin, 22 Juli 2024 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPR RI Santoso. (Dok. Dpr.go.id)

Anggota Komisi III DPR RI Santoso. (Dok. Dpr.go.id)

TEKSNEWS.COM – Aparat penegak hukum diminta bertindak cepat untuk menyelidiki dugaan penggelembungan harga atau mark up impor beras yang menyeret nama pimpinan.

Mark up harga impor beras, selain menyebabkan beras harganya semakin melambung, juga harga komoditas lainnya.

Anggota Komisi III DPR RI Santoso menyampaikan hal terssbut dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (21/4/2024).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita berharap KPK dapat membongkar kasus mark up impor beras ini sebagai kotak pandora agar terbongkar.”

“Kenapa selama ini harga beras harganya semakin melambung tinggi? Karena memang adanya mark up impor beras ini,” kata Santoso.

Dikutip Pangannews.com, tudingan mark up harga dialamatkan kepada pimpinan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog.

Sebelumnya, Studi Demokrasi Rakyat (SDR) melaporkan Perum Bulog dan Bapanas kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (3/72024).

Atas dugaan melakukan praktek enggelembungan harga beras impor dari Vietnam.

Menurut dia, tindakan cepat aparat penegak hukum diperlukan karena mark up impor beras tersebut diduga menimbulkan kerugian senilai Rp8,5 triliun.

“Perilaku lancung (tidak jujur, red.) oknum yang menyengsarakan rakyat harus dihukum seberat-beratnya.”

“Mengingat dengan mahalnya harga beras bukan hanya membuat rakyat mengurangi jatah makannya tapi juga menimbulkan dampak sosial yang lebih banyak,” kata Santoso.

Menurut dia, mark up impor beras juga memicu kenaikan harga komoditas lain yang akan mengakibatkan turunnya daya beli masyarakat.

“Harga beras naik berdampak pada naiknya harga komoditas lainnya yang mengakibatkan daya beli rakyat menurun,” kata Santoso.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Bisnisidn.com dan Infobumn.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Yogyaraya.com dan Hallopapua.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Pastikan download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.

Berita Terkait

Produksi Pangan RI Aman dan Kuat, Prabowo Tegaskan Kedaulatan Pangan Bangsa
Penutupan FORNAS VIII Jadi Pesta Rakyat Terbesar di NTB 2025
Bos Migas Riza Chalid Asyik Ngopi di KL, Jaksa Masih Sibuk Nego
Prabowo Umumkan Kesepakatan Perdagangan RI-AS dengan Trump di Instagram
Prabowo–Lula Perkuat Kerja Sama Perdagangan Bebas Lewat Diplomasi Personal
Topan Ginting Simpan Senpi, Bobby Nasution Tak Mau Ikut Campur!
Duit Haram Sawit Disita! Kejagung Bantai Korporasi Musim Mas & Permata Hijau
Situasi Iran Memburuk, 97 WNI Sudah Dievakuasi, Ratusan Lainnya Menyusul
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 7 Agustus 2025 - 07:19 WIB

Produksi Pangan RI Aman dan Kuat, Prabowo Tegaskan Kedaulatan Pangan Bangsa

Kamis, 31 Juli 2025 - 09:34 WIB

Penutupan FORNAS VIII Jadi Pesta Rakyat Terbesar di NTB 2025

Jumat, 18 Juli 2025 - 09:21 WIB

Bos Migas Riza Chalid Asyik Ngopi di KL, Jaksa Masih Sibuk Nego

Rabu, 16 Juli 2025 - 15:21 WIB

Prabowo Umumkan Kesepakatan Perdagangan RI-AS dengan Trump di Instagram

Kamis, 10 Juli 2025 - 14:21 WIB

Prabowo–Lula Perkuat Kerja Sama Perdagangan Bebas Lewat Diplomasi Personal

Berita Terbaru